Logo

Desa Air Nyatoh

Kabupaten Bangka Barat

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

Rembuk Stunting Air Nyatoh 2026: Desa Susun Strategi dari Posyandu hingga Sanitasi

Rembuk Stunting Air Nyatoh 2026: Desa Susun Strategi dari Posyandu hingga Sanitasi

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 132 kali

Rembuk Stunting Air Nyatoh 2026: Desa Susun Strategi dari Posyandu hingga Sanitasi

AIR NYATOH — Upaya menekan angka stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian makanan tambahan atau pelayanan kesehatan semata. Kesadaran masyarakat, kehadiran balita di Posyandu, sanitasi lingkungan, hingga ketersediaan air bersih menjadi bagian dari persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Pandangan itu mengemuka dalam Rembuk Stunting Desa Air Nyatoh Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Air Nyatoh, Kamis (4/6/2026). Forum yang mempertemukan pemerintah desa, BPD, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga tersebut menjadi wadah untuk merumuskan prioritas pembangunan desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Ketua BPD Desa Air Nyatoh, Suwandi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa rembuk stunting bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk memastikan kebijakan desa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Semua usulan yang lahir dari forum ini harus menjadi perhatian bersama agar program yang direncanakan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kesehatan ibu dan anak," ujarnya.

Kepala Desa Air Nyatoh, Suratno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

"Stunting bukan hanya urusan tenaga kesehatan. Ini membutuhkan keterlibatan keluarga, kader, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat. Karena itu, hasil rembuk hari ini akan menjadi dasar penyusunan program desa yang lebih tepat sasaran," kata Suratno.


Sesi utama rembuk menghadirkan paparan dari Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Air Nyatoh, Misrina Yulia. Berdasarkan hasil pendataan lapangan dan evaluasi kegiatan Posyandu, masih ditemukan sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan anak dan ibu.

Beberapa di antaranya adalah masih adanya orang tua yang enggan memberikan imunisasi kepada anak karena takut efek suntikan, rendahnya tingkat kehadiran sasaran pada kegiatan Posyandu, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Selain persoalan kesehatan, forum juga menyoroti kondisi pendukung lainnya seperti kebutuhan rehabilitasi Posyandu, keterbatasan alat permainan edukatif bagi balita, kebutuhan sarana air bersih, perbaikan sanitasi, hingga masih adanya rumah tidak layak huni di beberapa wilayah desa.

Dari berbagai persoalan tersebut, peserta rembuk menyepakati sejumlah usulan prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa tahun berikutnya. Program yang diusulkan antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting, balita berisiko stunting, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, pengadaan vitamin dan suplemen gizi, peningkatan pelayanan Posyandu, kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak hadir, hingga pelatihan kader kesehatan.

Tidak hanya itu, forum juga mendorong peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai imunisasi, gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya kehadiran rutin di Posyandu.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari kader kesehatan dan masyarakat. Sejumlah peserta menilai bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh tingkat kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sejak dini.


Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati hasil rembuk yang selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 sesuai kemampuan keuangan desa dan skala prioritas pembangunan.

Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Air Nyatoh berharap langkah-langkah yang disusun tidak hanya mampu menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Air Nyatoh

Kecamatan Simpang Teritip

Kabupaten Bangka Barat

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia